Panduan istilah teknis yang digunakan dalam layanan SMS Broadcast, telekomunikasi seluler, dan komunikasi bisnis digital. Daftar ini disusun untuk membantu tim marketing, IT, dan manajemen memahami terminologi yang sering muncul dalam diskusi tentang implementasi SMS untuk bisnis.
Jenis pengiriman SMS di mana pesan berasal dari aplikasi atau sistem bisnis (Application) dan diterima oleh individu (Person). Berbeda dari P2P (Person to Person) yang merupakan SMS antarindividu biasa. SMS Broadcast adalah bentuk A2P SMS.
Antarmuka yang memungkinkan dua sistem berbeda untuk berkomunikasi dan bertukar data secara terprogram. Dalam konteks SMS Broadcast, API digunakan untuk menghubungkan sistem CRM, ERP, atau platform e-commerce bisnis dengan platform pengiriman SMS seperti Sahridaya.
Menara pemancar sinyal milik operator telekomunikasi yang menghubungkan ponsel dalam jangkauan area tertentu ke jaringan seluler. BTS adalah infrastruktur yang dimanfaatkan oleh layanan SMS LBA untuk mendeteksi keberadaan pengguna di area geografis tertentu.
Istilah lain untuk SMS Broadcast, merujuk pada pengiriman pesan SMS dalam jumlah besar secara serentak kepada banyak penerima.
Mekanisme di mana sistem SMS provider secara otomatis mengirimkan notifikasi ke URL yang ditentukan oleh bisnis setiap kali ada perubahan status pengiriman pesan. Ini memungkinkan sistem bisnis mendapatkan update delivery report secara real-time tanpa perlu melakukan polling secara manual.
Persentase penerima SMS yang melakukan tindakan yang diharapkan setelah menerima pesan, seperti melakukan pembelian, mendaftar, atau mengunjungi toko. Metrik ini mengukur efektivitas bisnis kampanye SMS.
Sistem yang digunakan bisnis untuk mengelola interaksi dan data pelanggan. Dalam konteks SMS Broadcast, CRM sering diintegrasikan dengan platform SMS untuk trigger pengiriman pesan berdasarkan event atau kondisi tertentu dalam data pelanggan.
Konfirmasi dari operator telekomunikasi yang mengindikasikan bahwa pesan SMS sudah berhasil diterima oleh perangkat penerima. Delivery receipt adalah dasar dari delivery report yang ditampilkan di dashboard SMS Broadcast.
Persentase pesan SMS yang berhasil terkirim dari total pesan yang dikirimkan dalam satu kampanye. Delivery rate dipengaruhi oleh kualitas database nomor penerima, koneksi provider ke operator, dan faktor teknis lainnya.
Standar internasional untuk format nomor telepon yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam sistem telekomunikasi. Format E.164 dimulai dengan kode negara (misalnya +62 untuk Indonesia) diikuti nomor telepon tanpa angka nol di depan.
Status yang menunjukkan bahwa SMS tidak berhasil dikirimkan kepada penerima setelah semua percobaan pengiriman selesai dalam validity period yang ditetapkan. Penyebab umum meliputi nomor tidak aktif, perangkat tidak terjangkau, atau nomor yang diblokir.
Standar teknologi komunikasi seluler generasi kedua yang menjadi fondasi infrastruktur SMS. Meskipun jaringan seluler sudah berkembang ke 4G dan 5G, SMS tetap menggunakan protokol yang kompatibel dengan standar GSM.
Permintaan ke database operator untuk memverifikasi apakah satu nomor telepon aktif dan terdaftar di jaringan operator tertentu. HLR query digunakan untuk membersihkan database nomor sebelum kampanye besar agar delivery rate tetap optimal.
Properti sistem di mana melakukan operasi yang sama lebih dari sekali menghasilkan hasil yang sama seperti melakukannya sekali. Penting dalam implementasi webhook callback SMS agar tidak terjadi pemrosesan duplikat ketika callback yang sama diterima lebih dari sekali akibat mekanisme retry.
Waktu yang dibutuhkan dari saat pesan dikirimkan hingga diterima oleh penerima. Latency adalah metrik kritis untuk layanan SMS OTP yang memerlukan kode verifikasi sampai dalam hitungan detik.
Jenis layanan SMS yang memungkinkan pengiriman pesan kepada pengguna ponsel berdasarkan lokasi geografis mereka, dideteksi melalui BTS operator. SMS LBA tidak memerlukan database nomor yang dimiliki sebelumnya.
Fitur yang menampilkan nama brand atau perusahaan sebagai pengirim SMS alih-alih nomor telepon. Sender ID Masking bersifat satu arah: penerima tidak dapat membalas langsung ke nama brand tersebut.
Tindakan eksplisit dari individu untuk memberikan persetujuan menerima komunikasi dari bisnis, termasuk SMS marketing. Opt-in yang valid adalah prasyarat untuk pengiriman SMS marketing yang sesuai regulasi.
Tindakan penerima untuk berhenti menerima pesan dari pengirim tertentu. Mekanisme opt-out yang jelas wajib disertakan dalam setiap pesan SMS marketing sesuai ketentuan Kominfo dan operator.
Kode verifikasi sekali pakai yang dikirimkan via SMS untuk keperluan autentikasi identitas, konfirmasi transaksi, atau verifikasi akun. OTP memiliki batas waktu berlaku yang singkat untuk alasan keamanan.
SMS yang dikirimkan dari satu individu ke individu lain menggunakan ponsel biasa. Berbeda dari A2P SMS yang dikirimkan dari sistem bisnis ke banyak penerima.
Protokol pesan generasi berikutnya yang memungkinkan pengiriman pesan dengan format lebih kaya: gambar, video, tombol interaktif, dan carousel. RCS berjalan di infrastruktur telekomunikasi yang sama dengan SMS namun memerlukan dukungan perangkat dan jaringan yang sesuai.
Arsitektur API yang menggunakan protokol HTTP untuk komunikasi antara sistem. SMS Broadcast API Sahridaya menggunakan arsitektur REST dengan format data JSON, yang merupakan standar yang paling umum digunakan dalam pengembangan software modern.
Nama atau nomor yang ditampilkan di kolom pengirim saat penerima membuka SMS. Sender ID harus didaftarkan ke masing-masing operator Indonesia sebelum dapat digunakan untuk pengiriman SMS Broadcast bisnis.
Nomor pendek terdiri dari 4-6 digit yang digunakan sebagai Sender ID untuk SMS dua arah. Berbeda dari Sender ID Masking yang hanya mendukung satu arah, Short Code memungkinkan penerima membalas pesan untuk berinteraksi dengan sistem bisnis.
Protokol teknis yang digunakan untuk koneksi langsung antara platform SMS provider dan SMSC operator. Koneksi SMPP langsung adalah yang memungkinkan Sahridaya mencapai delivery rate hingga 98% secara konsisten.
Server milik operator telekomunikasi yang berfungsi menerima, menyimpan sementara, dan meneruskan pesan SMS ke nomor tujuan. Setiap operator memiliki SMSC sendiri yang menjadi gerbang utama pengiriman SMS.
Jumlah pesan SMS yang dapat diproses dan dikirimkan dalam satuan waktu tertentu, biasanya diukur per jam atau per menit. Throughput tinggi penting untuk kampanye yang perlu mengirimkan jutaan pesan dalam window waktu yang singkat.
Batas waktu di mana SMSC operator akan terus mencoba meneruskan pesan ke penerima. Jika penerima tidak dapat dijangkau dalam validity period (biasanya 24-48 jam), pesan dinyatakan expired dan tidak akan dikirimkan lagi.
Mekanisme notifikasi otomatis di mana satu sistem mengirimkan HTTP request ke URL yang ditentukan ketika event tertentu terjadi. Dalam SMS Broadcast, webhook digunakan untuk delivery callback: sistem Sahridaya mengirimkan notifikasi ke URL bisnis Anda setiap kali ada update status pengiriman.
Untuk FAQ SMS Broadcast lebih lanjut tentang istilah atau konsep yang tidak tercakup dalam daftar ini, atau untuk memulai menggunakan layanan SMS Broadcast Sahridaya, hubungi tim kami melalui halaman kontak. Kunjungi juga halaman SMS Broadcast Sahridaya untuk informasi lengkap tentang layanan kami.
Baca Juga / Layanan Terkait